Posted by: domptffa | February 16, 2009

Menunggu Tibanya Rezeki dan Titipan Illahi Robbi

Subhanallah, hari demi hari kujalani dengan penuh rasa gembira, dan bertanya-tanya, rezeki seperti apa yang akan diturunkan kepadaku, kepada keluargaku, dan kepada seluruh jagat raya ini( semoga saja rezeki yang diturunkan kepadaku akan menjadi kemaslahatan seluruh alam).

Pergantian waktu terasa begitu cepat, tak terasa usiaku semakin bertambah, dan sebentar lagi aku akan dititipi sesuatu mutiara yang sangat berharga. Ya, mutiara, yang tidak akan dapat dibandingkan dengan apapun. Kewajibanku akan semakin bertambah, aku harus semakin gencar mencari ilmu, mencari rezeki, memperbaiki diri, terus menerus berfikir dan mecari.

Seorang anak manusia insyaAlloh akan segera tiba, aku harus siap menyongsongnya, siap tidak siap, harus siap. Sebentar lagi hari itu akan segera tiba. Aku harus berbenah, ya Alloh tunjukkan aku ke jalan yang lurus yang engkau ridhoi, berikan curahan rizki yang halal, mudahkanlah segala urusanku, mudahkanlah persalinan istriku, sempurnakanlah anak-anakku, sehatkanlah istri dan anakku ya Robbi.

Tidak kurang dari 37 hari menurut perkiraan dokter anak pertamaku akan segera lahir. Hari yang akan mengubah banyak hal dan banyak kejadian akan bermula dari hari tersebut.

Kutulis sebaris kata unutk anakku yang belum lahir : Nak, Tegakkanlah agamamu, jadikanlah dunia ini menjadi lebih baik. Semoga hidup kita bahagia….

Advertisements
Posted by: domptffa | October 25, 2007

Manfaat Kehilangan Sesuatu

Pada satu saat pasti kita semua pernah mengalami kehilangan, baik itu kehilangan sebuah benda secara fisik ataupun bukan fisik.  Seperti Judul Blog ini, “Loose The Dream”, kehilangan sebuah mimpi, mimpi atau juga angan-angan adalah sebuah bentuk yang tidak bisa kita gambarkan secara fisik.

Kehilangan sesuatu bisa berdampak buruk, atau bahkan sebaliknya, bergantung cara kita menyikapinya.  Sebuah kehilangan bisa mengubah hidup seseorang dalam sekejap, hingga seratus delapan puluh derajat.

Kalo kita bisa ukur mungkin ada berbagai tingkatan mengenai kehilangan ini, sesuai rasa cinta atau sayang kita terhadap barang yang hilang.  Jika kita sangat menyayangi benda yang hilang ini mungkin akan terasa sangat perih dan menyakitkan, bahkan akan selalu dapat terkuak jika pada suatu saat berinteraksi dengan hal-hal yang berkaitan dengan barang yang hilang tersebut. Bahkan jika teringat barang itu terus menerus dalam waktu yang cukup lama akan menimbulkan depresi, produktifitas menurun, kesehatan memburuk, dunia terasa runtuh, dan lain-lain.

Walau begitu kehilangan sesuatu bisa juga  berakibat baik, sesungguhnya ada pesan yang terkandung dari sebuah peristiwa kehilangan yaitu sebuah peringatan.  Biasanya kita baru menyadari pentingnya sebuah hal/benda ketika mulai merasa kehilangan, padahal selama ini hal/benda itu kita sia-siakan.

Berikut Tips Jika kita merasa kehilangan :

1. Segera lakukan pembenahan dan cari cara untuk mendapatkan barang itu kembali.

Contoh : Kehilangan kepercayaan dari pelanggan, hubungan yang memburuk dengan Boss, dll.

2. Jika barang itu tidak mungkin kembali segera cari penggantinya, kalo memang tidak bisa diganti lakukan berbagai kegiatan positif yang dapat membuat kita  dapat melupakannya.

Contoh  : Orang yang sudah meninggal tidak mungkin hidup kembali, jadi jangan sia-siakan hidup kita untuk memikirkannya.

3.  Ingat Kepada Tuhan, mungkin benda itu memang bukan hak milik kita sehingga tidak berhak untuk memilikinya, contoh : Uang Pajak, Uang Zakat, atau Istri Orang ;p

Mungkin ada yang bisa ditambahkan…?

Pada intinya selalu berfikir positif, berusaha memperbaiki yang salah, dan kehidupan

harus terus berlangsung dengan lebih baik. Selalu percaya ada sebuah pesan dibalik sebuah kejadian, semoga kita termasuk dari kaum yang berfikir.

salam

‘domptffa

Posted by: domptffa | October 24, 2007

Menjaga Tali Kekerabatan

Islam mengajarkan kita untuk menjaga tali silaturahim, bahkan sangat menghujat dan memberikan sangsi bagi siapa saja yang memutuskan tali silaturahim.

Di sini yang akan kita bahas adalah mengenai tali kekerabatan, yang tentu saja sedikit banyak berkaitan dengan pengantar di atas. Tali kekerabatan yang saya maksud adalah pertalian keluarga, silsilah dan keturunan.

Dunia ini terdiri dari bermacam-macam ras, suku bangsa dan agama. Beberapa suku bangsa sangat menjaga dengan baik hubungan dan tali kekerabatan ini. Dapat kita ambil contoh suku bangsa yang menganut faham Patrilineal dan Matrilineal. Dengan menerapkan pola semacam pemberian label maka hubungan tali kekerabatan akan tetap terjaga.

Menjaga tali kekerabatan ini dirasa cukup penting karena akan menimbulkan ekses yang cukup besar bagi kehidupan ini. Ya, cukup banyak yang dapat ditimbulkan oleh putusnya hubungan tali kekerabatan, atau bahkan dapat juga sebaliknya, sebuah ikatan persaudaraan dapat menimbulkan dampak yang baik atau buruk bergantung bagaimana kita menjalankannya.

Saatnya kita kembali peduli terhadap keluarga, sanak family dan kerabat-kerabat yang lain. Seringkali terjadi seseorang tidak mengenal saudara/kerabatnya sendiri, kita ambil contoh antara adik dan kakak, antara sepupu (satu nenek/kakek), saudara satu ayah/ibu dari nenek/kakek, dst.

Hal ini dapat diakibatkan hal-hal berikut :

1. Perpecahan Keluarga akibat : perceraian, sengketa, bencana alam.

2. Ketidakpedulian kepada kerabat/keluarga, hidup individu memisahkan diri dari keluarga.

3. Tidak dikenalkan oleh orang tuanya, tidak pernah diajak ketika saling mengunjungi antar keluarga.

Dari penyebab-penyebab di atas terlihat peranan orang tua sangat dominan, kecuali bencana alam, merekalah yang bertanggung jawab jika anak-anaknya tidak mengenal saudara/kerabatnya sendiri. Bahkan hal yang paling mengerikan dapat terjadi misalnya menikah dengan saudara sendiri, yang tentunya dilarang oleh agama dan juga secara ilmu pengetahuan.

Untuk itu marilah kita selalu berusaha menjaga tali kekerabatan kita, bakan sempat terpikir untuk membuat sebuah database berisi daftar silsilah/hierarki keluarga. Rasanya akan sangat bahagia sekali jika kita saling mengenal satu sama lain yang bahkan di kota-kota besar orang-orang sudah tidak peduli dengan orang lain apalagi keluarganya sendiri.

to be continued….

Posted by: domptffa | October 23, 2007

Teh Yun’s

Setelah sekian lama menunggu akhirnya hari itu tiba, untuk hari yang lebih membahagiakan..:d
Congratulation Teh…..

p1000207_2.jpg

Categories